Rabu, 12 Desember 2012

Suku Tengger

Suku Tengger (IPA: /tənggər/) adalah sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, yakni menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang. Suku Tengger merupakan sub suku Jawa menurut sensus BPS tahun 2010.[1] Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger". Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Sumber : Jawa.http://sp2010.bps.go.id/files/ebook/kewarganegaraan%20penduduk%20indonesia/index.html(17.06 Rabu 12-12-12)

Uji nyali dan kesabaran..... sanggup!


1. Kunci untuk mempelajari biologi adalah mempelajari ...
a. Bahan bahan kimia
b. Batu batuan
c. Kehidupan disekitar kita
d. Fosil fosil makhluk hidup
e. Materi dan energi
2. Sebuah ilmu harus dinyatakan secara jujur atau apa adanya sehinnga sebuah ilmu harus bersifat ...
a. Universal
b. Sistematis
c. Verfikatif
d. Analisis
e. Objektif
3. Objek kajian biologi dari yang paling sempit  ke yang paling luas adalah ...
a. Individu- populasi-komunitas-biosfer
b. Individu-populasi-ekosistem-komunitas
c. Individu-populasi-komunitas-ekosistem
d. Individu-organisme-populasi-komunitas
e. Organisme-individu-populasi-komunitas
4. Berikut ini yang bukan manfaat mempelajari biologi adalah ...
a. Pengoptimalan pemanfaatan sumber daya alam hayati
b. Pelestarian sumber daya alam hayati
c. Eksploitasi sumber daya alam hayati
d. Diversifikasi pemanfaatan sumber daya alam hayati
e. Peningkatan kualitas hidup
5. Diantara cabang  ilmu berikut yang memiliki bidang kajian yang paling luas adalah ...
a. Mikrobiologi
b. Bakteriologi
c. Mikologi
d. Virologi
e. Zoologi
6. Makhluk hidup berubah selama hidupnya melalui ...
a. Adaptasi dan organisasi
b. Reproduksi
c. Pertumbuhan dan perkembangan
d. Memberikan tanggapan terhadap rangsang
e. Adaptasi dan reproduksi
7. Perhatikan gambar dibawah ini!

Pada pembahasan organisasi kehidupan termasuk tingkat...
a. Sel
b. Jaringan
c. Organ
d. Sistem organ
e. Organisme
8. Yang dimaksud percobaan adalah ...
a. Suatu cara untuk membuktikan fakta
b. Suatu observasi tentang alam
c. Suatu uji untuk hipotesis
d. Suatu masalah yang harus dipecahkan
e. Suatu jawaban dari masalah
9. Seorang siswa ingin meneliti pengaruh cahaya lampu terhadap banyaknya oksigen yang diproduksi oleh hydrilla. Yang termasuk variabel bebas adalah ...
a. Tabung reaksi
b. Intensitas cahaya lampu
c. Volume oksigen
d. Tanaman hydrilla
e. Siswa
10. Suatu sistem yang menggunakan dua kata untuk memberi nama suatu organisme disebut ...
a. Diagram
b. Kunci dikotomi
c. Kladistik
d. Binomial nomeklatur
e. Sistem klasifikasi
11. Diantara kelompok-kelompok klasifikasi  berkut yang menandakan nama ilmiah suatu organisme adalah ...
a. Kingdom dan fillum
b. Kelas dan ordo
c. Famili dan genus
d. Genus dan petunjuk spesies
e. Spesies dan varietas
12. Pernyataan dibawah ini  yang benar adalah ...
a. Semakin sedikit  perbedaan ciri, semakin jauh kekerabatannya
b. Semakin sedikit  persamaan ciri, semakin dekat kekerabatannya
c. Semakin banyak persamaan ciri, semakin jauh kekerabatannya
d. Semakin banyak persamaan ciri, semakin dekat kekerabatannya
e. Semakin banyak perbedaan ciri, semakin dekat kekerabatannya
13. Alasan pemisahan jamur /fungi menjadi kingdom tersendiri  adalah karena jamur ...
a. Tidak memiliki dinding sel
b. Melakukan gerak aktif
c. Bersifat heterotrof
d. Tidak memiliki membran inti
e. Berkembang biak dengan spora
14. Salah satu sifat dari virus adalah ...
a. Inti sel eukariotik
b. Inti sel prokariotik
c. Sel  berbentuk batang
d. Tidak memiliki protoplasma
e. Sel  berbentuk bola
15. Ahli  biologi yang menemukan fakta bahwa yang menyebabkan bintik kuning pada tanaman tembakau bukan bakteri adalah ...
a. Edward Jenner
b. Beijerinck
c. Ivanowski
d. Louis Pasteur
e. Stanley Miller
16. Perhatikan gambar berikut !
       
          1                 2                     3
   
       4                   5    
Virus yang menyerang bakteri adalah ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
17. Sesuai gambar no. 16  virus yang menyerang tumbuhan adalah gambar ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
18. Tindakan yang berisiko tertular penyakit hepatitis B adalah ...
a. Berciuman pipi dengan  penderita
b. Berbagi peralatan makan dengan penderita
c. Berjabat tangan dengan penderita
d. Ngobrol dengan penderita
e. Tidur dengan penderita
19. Tahapan reproduksi virus didalam sel inang yang benar adalah ...
a. Adsopsi-si ntesis-penetrasi-perakitan-pembebasan
b. Adsorpsi-penetrasi-sintesis-perakitan-pembebasan
c. Adsorpsi-penetrasi-perakitan-sintesis-pembebasan
d. Adsorpsi-perakitan-penetrasi-sintesis-pembebasan
e. Penetrasi-adsorpsi-sintesis-perakitan-pembebasan
20. Pada daur lisogenik profak terdapat pada fase ...
a. Adsorpsi
b. Injeksi
c. Penggabungan
d. Sintesis
e. Pera kitan
21. Bakteri dan ganggang biru dalam klasifikasinya termasuk prokariota karena belum  memiliki ...
a. Inti sel
b. Membran sel
c. Membran inti
d. Membran sel dan inti
e. Sel
22. Dinding sel bakteri tersusun atas bahan ... yang kuat tetapi  lentur.
a. Peptidiglikan
b. Selulosa
c. Kitin
d. Lipid bilayer
e. Protein
23. Berdasarkan letak flagel  pada bakteri, pernyataan yang sesuai dengan gambar dibawah ini adalah ...

a. Monotrik-lofotrik-amfitrik-peritrik
b. Monotrik-peritrik-lofotrik-amfitrik
c. Monotrik-amfitrik-lofotrik-peritrik
d. Peritrik-lofotrik-monotrik-amfitrik
e. Peritrik-amfitrik-lofotrik-monottrik
24. Perhatikan bentuk bakteri dibawah ini!

      1                       2                      3

4 5
Bakteri  streptobasil ditunjukkan oleh nomor ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

25. Proses yang menyebabkan  pertukaran informasi genetik  antar sel  bakteri  adalah ...
a. Mutualisme
b. Replikasi
c. Pembelahan biner
d. Konjugasi
e. Fragmentasi
26. Suatu struktur pada beberapa jenis bakteri  yang resisten terhadap faktor faktor lingkungan yang tidak menguntungkan adalah ...
a. Autotrof
b. Kokus
c. Profag
d. Endospora
e. Kapsul
27. Makhluk hidup yang  memerlukan oksigen bebas adalah ...
a. Bakteri aerob
b. Bakteri anaerob obligat
c. Bakteri anaerob fakultatif
d. Bakteri mikroaerofil
e. Bakteri termofil
28. Makanan kaleng yang sudah kadaluwarsa berbahaya kalau dikonsumsi  karena mengandung racun yang dihasilkan oleh bakteri ...
a. Salmonella typhi
b. Escherichia coli
c. Bacillus anthraxis
d. Clostridium botulinum
e. Psudomonas cocovenenans
29. Protista mirip hewan dibawah ini bergerak dengan menggunakan...

a. Kaki
b. Pseudopodia
c. Cilia
d. Flagel
e. Pili
30. Protista mirip hewan berikut yang memiliki makronukleus dan mironukleus adalah ...
a. Rhizopoda
b. Cilliata
c. Flagellata
d. Sporozoa
e. Amoeba
31. Lalat tsetse bisa menularkan penyakit tidur pada manusia karena membawa ...
a. Trichonympha campanula
b. Trichomonas vaginalis
c. Trypanosoma brucei
d. Trypanosoma evansi
e. Leishmania donovani
32. Penyakit malaria yang paling berbahaya adalah penyakit malaria tropikana. Penyakit ini disebabkan oleh ...
a. Plasmodium falciparum
b. Plasmodium vivax
c. Plasmodium ovale
d. Plasmodium malariae
e. Plasmodium tropicana
33. Sel Euglenoid bisa berubah bentuk karena dibungkus oleh suatu protein bersifat lentur yang disebut ...
a. Membran sel
b. Dinding sel
c. Folikel
d. Pelikel
e. Kapsid
34. Chrysophyta berwarna keemasan karena memiliki pigmen dominan berupa ...
a. Klorofil a
b. Klorofil b
c. Klorofil c
d. Fukosantin
e. Santofil
35. Pyrrophyta atau dinoflagellata disebut juga ganggang api karena, kecuali ...
a. Beberapa spesiesnya mampu berpendar di malam hari
b. Bersifat fluoresen
c. Memiliki sel api (flame cell)
d. Menyebabkan fenomena red tide
e. Menyebabkan air laut berwarna merah kecoklatan
36. Jenis klorofil yang hanya dimiliki oleh ganggang hijau adalah ...
a. Klorofil a
b. Klorofil b
c. Klorofil c
d. Klorofil d
e. Klorofil a dan b
37. Laminaria lavaniea yang digunakan sebagai pupuk pertanian dan makanan ternak termasuk ganggang ...
a. Emas
b. Hijau
c. Coklat
d. Merah
e. Hijau-biru



38. Ganggang merah yang bisa menghasilkan gelatin adalah ...
a. Euglena
b. Navicula
c. Volvox
d. Ulva
e. Eucheuma
39. Jamur air (oomycota) melakukan reproduksi  aseksual  dengan menghasilkan ...
a. Spora
b. Tunas atau budding
c. Kuncup vegetatif
d. Hifa
e. Konjugasi
40. Sel-sel jamur lendir yang hidup bebas disebut amoeboid karena ...
a. Memiliki alat gerak seperti amoeba
b. Memiliki bentuk seperti amoeba
c. Memiliki sifat seperti amoeba
d. Berkerabat dekat dengan amoeba
e. Jenis makanannya seperti amoeba

Senin, 22 Oktober 2012

About biodiversity


Apakah keanekaragaman hayati?
Keanekaragaman hayati - atau biodiversitas - adalah istilah yang kita gunakan untuk menggambarkan berbagai kehidupan di Bumi. Ini mengacu pada berbagai ekosistem dan organisme hidup: hewan, tumbuhan, habitat mereka dan gen mereka.
Keanekaragaman hayati merupakan dasar kehidupan di Bumi. Hal ini penting untuk fungsi ekosistem yang menyediakan kami dengan produk dan layanan tanpanya kita tidak dapat hidup. Oksigen, makanan, air bersih, tanah yang subur, obat-obatan, tempat tinggal, perlindungan dari badai dan banjir, iklim yang stabil dan rekreasi - semua memiliki sumber mereka di alam dan ekosistem yang sehat. Tapi keanekaragaman hayati memberi kita lebih dari ini. Kami bergantung pada itu untuk keamanan dan kesehatan, tetapi sangat mempengaruhi hubungan sosial kita dan memberi kita kebebasan dan pilihan.
Keanekaragaman hayati sangat kompleks, dinamis dan bervariasi seperti tidak ada fitur lain dari Bumi. Tanaman yang tak terhitung jumlahnya, hewan dan mikroba fisik dan kimia menyatukan atmosfer (campuran gas di sekitar Bumi), geosfer (bagian padat dari Bumi), dan hidrosfer (air Bumi, es dan uap air) ke dalam satu sistem lingkungan yang memungkinkan jutaan spesies, termasuk orang-orang, untuk eksis.
Pada saat yang sama, tidak ada fitur lain dari bumi telah begitu dramatis dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Dengan mengubah keanekaragaman hayati, kami sangat mempengaruhi kesejahteraan manusia dan kesejahteraan setiap makhluk hidup lainnya.

glossary


Keanekaragaman Hayati:
variabilitas diantara organisme hidup dari semua sumber termasuk ekosistem perairan darat, laut dan lainnya, dan kompleks ekologi yang merupakan bagian dari, ini mencakup keanekaragaman di dalam spesies, antar spesies, dan ekosistem.

Sebuah ekosistem: komunitas tumbuhan, hewan dan organisme kecil yang hidup, makan, mereproduksi dan berinteraksi di daerah yang sama atau lingkungan.
Sebuah layanan ekosistem: orang memperoleh layanan dari lingkungan.

Jasa ekosistem adalah transformasi aset alam (tanah, tumbuhan dan hewan, udara dan air) ke hal-hal yang kita hargai. Mereka dapat dipandang sebagai penyediaan seperti makanan dan air, regulating, misalnya, banjir dan pengendalian penyakit, budaya seperti manfaat spiritual, rekreasi, dan budaya, atau pendukung seperti siklus hara yang menjaga kondisi untuk kehidupan di Bumi. 'Barang' ekosistem termasuk makanan, tanaman obat, bahan bangunan, pariwisata dan rekreasi, dan gen liar untuk tanaman dan hewan domestik.

Sumber :
http://www.iucn.org/what/tpas/biodiversity/about/?gclid=CKqQmcHMk7MCFUJ66wodgCgAyg


Jumat, 21 September 2012

Uji nyali .....................


1. Apa yang dimaksud jaringan meristem, sebutkan 2 ciri jaringan meristem!
2. Sebutkan 2 ciri jaringan epidermis!
3. Salah satu modifikasi jaringan epidermis adalah trikoma,sebutkan 2 fungsi trikoma
4.  Aktivitas pembelahan kambium gabus ke arah dalam menghasilkan _______Sedangkan ke arah luar
     menghasilkan ________
5. Mengapa jaringan parenkim disebut dengan jaringan dasar, jelaskan!
6. Jelaskan fungsi Jaringan kolenkim, Sebutkan contoh tumbuhan yang memiliki jaringan kolenkim!
7. Jelaskan perbedaan ikatan pembuluh tipe kolateral terbuka dan kolateral tertutup!
8. Sebutkan 3 fungsi akar!
9. Jelaskan perbedaan daun dikotil dan daun monokotil!
10. Pada penampang melintang akar dikotil dan monokotil coba jelaskan perbedaan akar dikotil dan       monokotil.

Sabtu, 15 September 2012

Salmonella dapat masuk melalui pori-pori telur

Masyarakat perlu mewaspadai telur ayam yang kulitnya masih melekat kotoran ayam. Sebab, kondisi demikian berpotensi untuk menyebabkan penyakit tifus.

Wa Ode Asnah Goniv, Kepala BPOM Manado, mengatakan bahwa kotoran ayam yang melekat pada klit telur bisa menyebabkan tumbuh suburnya bakteri Salmonella sebagai sumber penyakit tifus. Selanjutnya, kepala BPOM itu menjelaskan, pada bagia kulit telur ayam terdapat pori pori sehingga sangat memungkinkan bakteri tersebut dengan mudah meresap dan masuk kedalam telur.

Di dalam telur, bakteri Salmonella berkembang pesat. Hanya dalam waktu hitungan 20 menit bakteri tersebut dapat berkembang menjadi 20.000. Jumlah tersebut kemudian berkembang dan berlipat ganda dan akhirnya membahayakan manusia. Untuk itu Wa Ode Asnah Goniv mengimbau agar masyarakat tidak membeli  telur jika dalam keadaan kotor. Selain itu, diharapkan agar jangan membeli telur ayam yang sudah dalam keadaan pecah sebab kemungkinan besar sudah tercemar bakteri.

Sumber : Media Indonesia, 29 Nopember 2002

Uji nyali.......aku pasti bisa!

Anak anak sudah belajar tentang bakteri ya..... sudah siap untuk ulangan, pasti sudah siap karena kalian adalah yang terbaik. Nah sekarang coba kerjakan latihan soal dibawah ini, bila bisa katakan AKU BISA!!! dengan nama dan kelas OK!
  1. Sebutkan ciri ciri bakteri!
  2. Gambarkan struktur bakteri dan sebutkan bagian bagiannya!
  3. Sebutkan fungsi masing masing organel pada bakteri!
  4. Mengapa bakteri disebut kosmopolit?
  5. Jelaskan perbedaan bakteri gram positif dan negatif!
  6. Ada berapa macam bentuk bakteri coba gambarkan!
  7. Sebutkan persamaan dan perbedaan bakteri sulfur dan bakteri klorofil dalam memperoleh makanan!
  8. Selain menimbulkan penyakit pada manusia, coba sebutkan macam macam kerugian lainnya yang disebabkan oleh bakteri, baik pada tanaman maupun hewan ternak!
  9. Apa saja yang bisa kalian lakukan untuk mengatasi bahan makanan yang melimpah agar tidak rusak oleh bakteri?
  10. Apa usaha yang bisa dilakukan agar manusia tidak terjangkit penyakit akibat bakteri!

Ayo buat laporan praktikum

Setelah kalian praktikum jangan lupa buat laporannya ya..... apa saja yang yang harus kalian tulis, coba simak ya.......
  1. Judul
  2. Tujuan
  3. Alat dan Bahan
  4. Cara kerja
  5. Hasil pengamatan
  6. Pembahasan
  7. Kesimpulan
Untuk praktikum pembuatan yoghurt pembahasan yang harus kalian  selesaikah adalah sebagai berikut :
  1. Mengapa susu yang kalian gunakan harus dipasteurisasi dulu?
  2. Bakteri apa yang berperan dalam proses pembuatan yoghurt?
  3. Dari ketiga perlakuan mana yang rasanya paling masam, mengapa?
  4. Sebutkan manfaat yoghurt !

Senin, 10 September 2012

Proses pengangkutan ekstravaskuler



Pengangkutan ekstravaskuler adalah pengangkutan diluar berkas pembuluh. Air masuk melalui sel epidermis akar kemudian bergerak diantara sel sel korteks. Air harus melalui sitoplasma sel sel endodermis untuk memasuki silinder pusat (stele). Setelah sampai di stele, air akan bergerak bebas diantara sel sel.
Pengankutan ekstravaskuler ada dua yaitu :

  1. Transportasi apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi bebas atau tanspor pasif melalui semua bagian tidak hidup dari tumbuhan misalnya ruang antar sel. transportasi apoplas tidak dapat melewati endodermis karena terhalang oleh pita kaspari. Air yang menuju endodermis ditranspor secara simplas melalui sel peresap.
  2. Transportasi simplas yaitu bergeraknya air tanah dan zat terlarut melalui bagian hidup dari sel tumbuhan. Perpindahan air tanah terjadi secara osmosis dan transpor aktif melalui plasmodesmata. Transportasi simplas 

Ayo.... membuat yoghurt sendiri....



Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker
Peach & Strawberry Yoghurt Parfaits by happy homebaker
Saya yakin beberapa diantara anda menyukai yoghurt, si susu fermentasi berasa asam yang memiliki khasiat baik untuk tubuh: mulai dari memperlancar masalah pencernaan, menurunkan berat badan (ada yang sedang diet? ;) ), juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah jika diminum secara teratur (source:hanyawanita.com )
Ada banyak yoghurt yang dijual di luar sana. Berbagai merek tersedia dalam berbagai range harga. Namun pernahkah terpikir oleh anda untuk membuat yoghurt sendiri? Terlepas dari isu zat aditif yang digunakan oleh produsen untuk membuat produk mereka tahan dalam mengarungi mata rantai distribusi, memasak bagi sebagian orang adalah kegiatan yang menyenangkan kan? ;)

Cara kerja:
  1. Sediakan susu murni segar. Susu murni segar  atau susu dalam kemasan berbentuk bubuk,  atau yang sudah di kemas dalam kotak karton. Susu murni bisa di beli langsung ke peternak sapi perah atau ke KUD SAE Batu.
  2. Pasteurisasi  susu tersebut. Caranya, panaskan susu tersebut hingga suhu 73 derajat celcius selama 15 menit. Gunakan panci, kompor dan termometer dalam langkah ini.
    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit
    Pasteurisasi yoghut. Di panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit
  3. Sekarang tahapan kulturisasi : Masukkan bibit yoghurtnya. Yang dimaksud dengan bibit yoghurt adalah yoghurt plain yang sudah jadi  (bisa dibeli di Avia atau Hypermart MOG) . Kombinasinya: Bibit yoghurt 5% dari jumlah susu. Jangan lupa yoghurt dimasukkan bila susu sudah hangat.
    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D
    Kotak inkubasi yoghurt. Buat dari kardus yang dillubangi, lalu di pasang bohlam. As easy as that :D
  4. Tahapan selanjutnya: Inkubasi. Hangatkah susu yang sudah dikulturkan tersebut dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam. Prakteknya seperti ini: Kardus, di tempeli lampu bohlam (yang diatur agar lampu bohlam tersebut bisa dinyalakan sehingga mampu memberikan kehangatan kepada susu tersebut) lalu di beri dua lubang untuk ventilasi. Masukan susu yang sudah di kulturkan ke dalam tiga botol atau mangkuk bertutup, lalu taruh di dalam kardus tersebut selama 4, 8, dan 12 jam. Nyalakan lampunya selama susu berada di dalam kardus tersebut.
  5. Setelah empat, delapan dan 12 jam? Yoghurt  diincipi dan dicatat hasilnya baru dimasukkan kedalam kulkas, setelah itu bawa ke sekolah.
    Yoghurt segar alami siap disantap! :D
    Yoghurt segar alami siap disantap! :D

Mudah kan? Sederhananya hanya 4 langkah saja:
  1. Pasteurisasi - panaskan dalam suhu 73 derajat celcius selama 15 menit
  2. Kulturisasi - masukan bibit yoghurt sebanyak 5% dari jumlah susu
  3. Inkubasi - hangatkan dalam suhu 45 derajat celcius selama 8 jam
  4. Dinginkan - masukkan ke dalam kulkas.
Menyantapnya bisa langsung (tapi tambahkan gula dulu agar manis) atau di blender dengan buah – sehingga jadi yoghurt dengan rasa buat – ASLI! :D


Selasa, 04 September 2012

Petunjuk Praktikum Bakteri Kelas X SMA

Mengamati koloni bakteri dan bentuk bakteri

Alat dan bahan :
  1. Cawan petri
  2. Labu erlenmeyer
  3. Kapas
  4. Karet gelang
  5. Pemanas air
  6. Lampu spiritus
  7. Pengaduk
  8. Corong
  9. Kaca objek dan penutup
  10. Jarum ose
  11. Mikroskop
  12. Daging
  13. Garam dapur/ NaCl
  14. Alkohol
  15. Aquades
  16. Agar agar bubuk
  17. Minyak emersi
  18. Tinta cina
Cara kerja :
  1. Daging seberat 50 gr  dicincang, kemudian direbus dalam 200 ml air biarkan mendidih selama 20 menit.
  2. Saring air rebusan daging dengan kapas, masukkkan dalam tabung erlemeyer sebanyak 100 ml
  3. Tambahkan NaCl sebanya 1 gr dan panaskan kembali sampai larut
  4. Tambahkan agar agar bubuk sebanyak 2 gr sambil di aduk sampai larut dan biarkan mendidih
  5. Sebelum membeku (tapi jangan terlalu panas), tuangkan larutan ke cawan petri steril. Tiap cawan petri dituangi  kira kira 20 ml dan biarkan sampai membeku.
  6. Setelah medium membeku, buat perlakuan sebagai berikut.
  7. Cawan petri A : ambil sehelai rambut anda, letakkan dipermukaan medium dan langsung ditutup.
  8. Cawan petri B : Sentuhkan jari anda pada ermukaan medium dan langsung ditutup.
  9. Cawan petri C : Hembuskan napas pada permukaan medium dan langsung ditutup.
  10. Cawan petri D : Tidak diperlakukan apa-apa dan dibiaarkan terbuka.
  11. Cawan petri E : Tidak diperlakukan apa-apa dan ditutup.
  12. Simpan di tempat yang aman. Setelah 24 jam amati apa yang anda lihat pada cawan tadi. Bagaimana bentuknya? Apa saja warnanya? Berapa jumlahnya? Catat pada buku kerja Anda! Adakah sesuatu yang terlihat pada cawan? Mengapa demikian? Diskusikan dengan teman-teman sekelompok!
  13. Ambil dengan jarum ose beberapa koloni yang berbeda. Taruh masing-masing pada 1 ml akuades dalam tabung reaksi dan aduk-aduk  sampai terbentuk suspensi.
  14. Ambil sedikit suspensi. Taruh di kaca objek. Ratakan hingga membentuk lapisan tipis.
  15. Panaskan sebentar di dekat lampu spiritus sampai airnya hilang.
  16. Tambahkan tinta satu tetes dan tutup dengan kaca penutup.
  17. Amati di bawah mikroskop. Jika menggunakan perbesaran 1000 kali, gunakan minyak emesi.
  18. Catat macam-macam bentuk bakteri yang terlihat. Buat dalam bentuk tabel. Dari tabel tersebut, buat laporan mengenai bentuk-bentuk bakteri.
Contoh tabel:
No | Asal Cawan | Jumlah koloni | Warna koloni | Bentuk koloni | Bentuk sel bakteri

Sumber: Buku Menjelajah Dunia Bilogi 1 oleh Sri Pujiyanto

Mikroorganisme

Klasifikasi mikroorganisme
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi, karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. Enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk pengolahan bahan makanan akan diproduksi bila makanan tersebut sudah ada (Kusnadi dkk, 2003).
A. Bakteri
Bakteri adalah organisme bersel tunggal terkecil, beberapa di antaranya hanya memiliki diameter 0,4 mm. Sel berisi massa sitoplasma dan beberapa bahan inti (dia tidak memilki inti sel yang jelas). Sel dibungkus oleh dinding sel dan pada beberapa jenis bakteri dinding sel ini dikelilingi oleh lapisan lendir atau kapsula. Kapsula terdiri atas campuran polipeptida dan polisakarida (Gaman dan Sherrington, 1992) .
Bakteri merupakan sel prokariotik dan mempunyai berbagai bentuk yang sebagian m.m dan panjang 5besar berbentuk batang dengan lebar kurang dari 1 DNA diselubungi oleh satu membran inti, terdapat organela mitokondria dan protoplas. Daerah inti berupa anyaman benang halus yang langsung berbatasan dengan sitoplasma berisi ribosom.Bakteri berkembang biak dengan membelah diri (Schlegel, 1994).
Berdasarkan bentuk morfologisnya, maka bakteri tiu dapat dibagi atas ti golongan,yaitu golongan basil, golongan kokus, dan golongan spiral. Basil (bacillus) berbentuk serupa dengan tongkat pendek, silindris. Sebagian besar dari bakteri itu merupakan basil. Basil dapat bergandeng-gandengan panjang, bergandengan dua-dua, atau terlepas satu sama lain. Yang bergandeng-gandengan panjang disebut streptobasil, yang dua-dua disebut diplobasil. Ujung-ujung basil yang terlepas satu sama lain itu tumpul, sedang ujung-ujung yang masih bergandengan itu tajam. Kokus (coccus) adalah bakteri yang bentuknya serupa bola-bola kecil. Golongan ini tidak sebanyak golongan basil. Kokus ada yang bergandeng-gandengan panjang serupa tali leher, ini disebiut streptokokus, ada yang bergandengan dua-dua, ini disebut tetrakokus, kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian disebut stafilokokus, sedang kokus yang mengelompok serupa kokus disebut sarcina. Spiril (dari spirilum) ialah bakteri yang bengkok atau berbengkok-bengkok serupa spiral. Bakteri yang berbentuk spiral itu tidak banyak. Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil, jika dibandingkan dengan golongan kokus maupun golongan basil. (Dwijoseputro, 1978).
Suatu bahan makanan apabila dibiarkan pada keadaan yang memungkinkan pertumbuhan bakteri, susu mentah misalnya dengan mutu kesehatan yanag baik akan memungkinkan memberikan rasa asam yang khas. Perubahan ini disebabkan oleh Streptococcus lactis dan spesies-spesies Lactobacillus tertentu. Perubahan utama yang terjadi adalah fermentasi laktosa menjadi asam laktat. Bakteri dalam susu digolongkan berdasarkan suhu pertumbuhan dan ketahanannya terhadap panas. Pertimbangan ini amat praktis karena suhu rendah digunakan untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan mikrobia yang merusak susu dan suhu tinggi (pasteurisasi) untuk mengurngi populasi mikrobia, memusnahkan pathogen dan secara umum memperbaiki mutu susu. Berdasarkan pada persyaratan suhu, tipe bakteri yang diujmpai dalam susu ialah psikofilik, mesofilik, termofilik, dan thermodurik karena beberapa bakteri psikofilik tertentu tumbuh pada suhu sedikit di atas suhu beku dan beberapa bakteri thermofilik tumbuh di atas suhu 65 oC (Pelczar dan Schan, 1986).
B. Jamur
Secara morfologis jamur dapat ditentukan dengan melihat bentuk srukturnya menggunakan mikroskop, dengan demikian identifikasi dan klsifikasi dapat ditentukan, secara fisual jamur dilihat seperti kapas atau benang berwarna, atau tidak berwarna, yang disebabkan karena adanya miselia dan spora. Miselia terbentuk dengan adanya hifa, baik yang bersepta atau yang tidak bersepta. Jamur terbagi menjadi beberapa familia antara lain Moniliaceae (Aspergillus, Phenicillium, Trichothecium, Geotrichum, Monilia, Sporatrichum, Botrytis, Cephalosporium, Trichoderma, Schopulariopsis), Dematiaceae (Cladosporium, Helminthosporium, Alternaria, Stemphylium) dan Tuberculariaceaea (Fusarium) (Kuswanto dan Sudarmadji, 1998).
Sifat kultural dari jamur dapat dilihat dengan kenampakan pertumbuhannya pada makanan. Pada permukaan bahan makanan tampak kering, membentuk massa serbuk, kadang-kadang halus dan lunak atau kelihatan basah dan berair. Warna miselia hijau biru, biru kehijauan, kuning, orange, merah muda, coklat, abu-abu, dan hitam (Budiharta dan Drastini, 1998).
Adapun jamur yang penting dalam pembicaraan mikrobiologi adalah klas Phicomycetes, klas Ascomycetes dan klas Deuteromycetes. Perbedaan yang penting dari klas Phicomycetes dan klas Ascomycetes adalah bahwa miselium Phicomycetes itu serupa tabung panjang yang tidak terbagi-bagi, sedang miselium Ascomycetes serupa tabung panjang yang bersekat-sekat. Miselium dapat bercabang-cabang, satu helai cabang disebut hifa. (Dwijoseputro, 1978).
Klasifikasi cendawan terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah yang ada selama tahap-tahap seksual. Cendawan mampu memanfaatkan berbagai macam bahan untuk gizinya, sekalipun demikian mereka itu heterotrof. Berbeda dengan bakteri, mereka tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti misalnya karbondioksida. Karbon berasal dari sumber organik, misalnya glukosa. Beberapa spesies dapat menggunakan nitrogen, itulah sebabnya mengapa medium biakan untuk cendawan biasanya berisiskan pepton, suatu produk protein yang terhidrolisis (Pelczar dan Schan, 1986).
Septa atau dinding pemisah .jamur tak bersepta adalah jamur yamg tidak memiliki dinding inti pemisah atau septa. Hifanya merupakan tabung memanjang berisi inti yang banyak dan terdispersi ke seluruh sitoplasma, oleh karenanya diberi nama multiseluler. Jamur bersepta, jamur ini memiliki septa yang membagi hifa menjadi sel yang terpisah, masing-masing berisi sel inti (Gaman dan Sherrington, 1992).

Untuk menelaah bakteri dan jamur di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan atau mengembangkan bakteri dan jamur tersebut. Adanya pembiakan bakteri dan jamur dimaksudkan untuk memudahkan pemeriksaan yang akan dilakukan di dalam laboratorium, sehingga jika sewaktu-waktu kita memerlukan bakteri dan jamur untuk suatu percobaan, maka bakteri dan jamur tersebut telah tersedia. Biakkan bakteri dan jamur tersebut dapat disimpan di dalam lemari es untuk waktu yang lama tanpa ada kerusakan.

Sterilisasi
Sel bakteri maupun sporanya dapat dirusakkan dengan memanaskan pangan pada suhu tinggi selama beberapa jam atau lebih lama lagi. Destruksi sempurna mikroorganisme dengan panas disebut sterilisasi (Gaman dan Sherrington, 1992).
Ada 3 cara utama yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, penggunaan bahan kimia dan penyaringan (filtrasi). Sterilisasi basah biasanya dilakukan di dalam autoklaf atau sterilisator uap yang mudah diangkut (portable) dengan menggunakan uap air jenuh bertekanan pada suhu 121 oC selama 15 menit karena naiknya titik didih air menjadi 121oC itu disebabkan oleh tekanan 1 atm pada ketinggian permukaan laut, maka daur sterilisasi sering kali juga dinyatakan sebagai 1 atm 15 menit. Panas ini mendenaturasikan atau mengkoagulasikan protein pada organisme hidup dengan demikian mematikannya (Hadioetomo, 1990).
Autoklaf merupakan alat yang essensial dalam setiap laboratorium mikrobiologi, ruang sterilisasi di rumah-rumah sakit serta tempat-tempat lain yang memproduksi produk steril. Pada umumnya (tidak selalu) autoklaf dijalankan pada tekanan kira-kira 15-16 per ln2 (5 kg/cm2) pada suhu 121oC. Waktu yang diperlukan untuk sterilisasi bergantung pada sifat bahan yang disterilkan, tipe wadah dan volume bahan. Misalnya 1000 buah tabung reaksi yang masing-masing berisi 10 ml medium cair dapat disterilkan dalam waktu 10-15 menit pada suhu 121oC, sedangkan jumlah medium yang sama bila ditempatkan dalam 10 wadah berukuran 1 liter akan membutuhkan waktu 20-30 menit pada suhu yang sama untuk menjamin tercapainya sterilisasi (Pelczar dan Schan, 1986).

Media
Medium ialah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikrobia. Selain untuk menumbuhkan mikrobia, medium dapat pula digunakan untuk isolasi, memperbanyak pengujian sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikrobia. Supaya mikroorganisme dapat tumbuh baik dalam medium perlu diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Media harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroorganisme
2. Harus mempunyai tekanan osmose tegangan muka dan pH yang sesuai
3. Tidak mengandung zat-zat penghambat
4. Harus steril (Jutono et al., 1973).
Mikroorganisme dibiakkan di laboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. Banyak sekali media yang tersedia, macamnya yang dipakai tergantung dari banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah macam mikroorganisme yang akan ditumbuhkan. Bahan yang akan diinokulasikan pada medium itu disebut inokulan. Dengan menginokulasi medium agar nutrien dengan metode cairan gores atau metode cawan, tuang, sel-sel itu akan terpisah sendiri-sendiri setelah inkubasi. Sel-sel mikrobia individu itu memperbanyak diri sedemikian cepatnya sehingga di dalam waktu 18-24 jam terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni (Pelczar dan Schan, 1986).
Setiap mikrobia dapat diinkubasi denganmedia tertentu sesuai dengan sifat-sifat karakteristik biosintesisnya. Media PCA (Plate Count Agar) dan NA (Nutrient Agar) biasa digunakan untuk pemupukan bakteri dan media PDA (Potato Dextrose Agar) biasa digunakan untuk pemupukan jamur (Fardiaz, 1994).
Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993).
Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba.
Pembiakan diperlukan untuk mempelajari sifat bakteri untuk dapat mengadakan identifikasi, determinasi, atau diferensiasi jenis-jenis yang ditemukan. Pertumbuhan ketahanan bakteri bergantung pada pengaruh luar seperti makanan (nutrisi), atmosfer, suhu, lengas, konsentrasi ion hidrogen, cahaya, dan berbagai zat kimia yang dapat menghambat atau membunuh.
Kebutuhan bakteri pada umumnya adalah sebagai berikut:
1. Sumber energi yang diperlukan untuk reaksi-reaksi sintesis yang membutuhkan energi dalam    pertumbuhan dan restorasi, pemeliharaan keseimbangan cairan, gerak, dan sebagainya
2. Sumber karbon.
3. Sumber nitrogen sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
Sumber garam-garam anorganik, khususnya fosfat dan sulfat sebagai anion; dan potasium, sodium magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation.
Berdasarkan komposisi/susunan kimia bahan penyusunnya, media yang digunakan untuk menumbuhkan mikrobia dibagi atas 4 yaitu:
1. Medium organik; yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan organik.
2. Medium anorganik; yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan anorganik
3. Medium sintetik, yaitu media yang tersusun atas senyawa yang tidak diketahui komposisi kimianya secara tepat. Media tersebut berisi garam anorganik misalnya asam amino, asam lemak, alkohol, karbohidrat atau senyawa organik serta serta vitamin-vitamin.
4. Media nonsintetik, adalah media yang tidak diketahui komposisi kimianya secara pasti. Beberapa dari komposisi yang ditambahkan misalnya ekstak beef, ekstrak yeast, pepton, darah, serum dan casein hidrolisat. Contoh media non sintesis NA, NB, PDA.
Menurut Dwidjoseputro , selanjutnya medium buatan manusia itu dapat berupa:
1. Medium Cair
Medium cair yang biasa dipakai ialah air kaldu yang disiapkan sebagai berikut. Kepada 1 liter air murni ditambahkan 3 gr kaldu daging lembu dan 5 gr pepton. Pepton ialah protein yang terdapat pada daging, pada air susu, pada kedelai, dan pada putih telur. Pepton mengandung banyak N2, sedang kaldu berisi garam-garam mineral dan lain-lainnya lagi. Medium ini kemudian ditentukan pHnya 6,8 sampai 7, jadi sedikit asam atau netral; keadaan yang demikian ini sesuai bagi kebanyakan bakteri. Kaldu seperti tersebut diatas masih perlu disaring untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung-tabung reaksi. Penyaringan dapat dilakukan dengan kertas saring. Setelah tabung berisi medium kaldu tersebut disumbat dengan kapas, dan dapatlah dimasukkan ke dalam alat pensteril.
2. Medium kental (padat)
Dahulu kala orang lazim menggunakan kentang yang dipotong-potong serupa silinder untuk medium.silinder kentang mentah dibuat dengan pipa besi, lalu potongan-potongan itu dimaksudkan untuk ke dalam tabung reaksi. Kemudian tabung disumbat dengan kapas, dan setelah itu disterilkan di dalam autoklaf. Setelah kentang dingin kembali,permukaan atas dari silinder kentang dapat ditanami bakteri
Suatu penemuan yang baik sekali ialah medium dari kaldu yang dicampur dengan sedikit agar-agar, dan kemudian dibiarkan mendingin, maka diperolehlah medium padat. Agar-agar ialah sekedar zat pengental, dan bukan zat makanan bagi bakteri.
Medium yang diperkaya.
Kebanyakan bakteri suka tumbuh pada dasar makanan seperti disebut di atas. Tetapi bakteri patogen seperti Brucella abortus, Mycobacterium tuberculosis, Diplococcus pneumoniae, dan Neisseria gonorrhoeae memerlukan zat makanan tambahan berupa serum atau darah yang tak mengandung fibrinogen lagi. Fibrinogen adalah zat yang menyebabkan darah menjadi kental, apabila keluar di luka. Serum atau darah itu dicampurkan ke dalam medium yang sudah disterilkan. Jika pencampuran ini dilakukan sebelum sterilisasi, maka serum atau darah tersebut akan mengental akibat pemanasan. Pada medium buatan Loeffler, serum dicampurkan di dalam dasar makanan sebelum sterilisasi. Medium ini baik sekali untuk memelihara basil-basil dipteri. Juga medium yang memerlukan tambahan putih telur dibuat dengan cara demikian. Seringkali orang menambahkan susu atau air tomat kepada dasar makanan untuk menumbuhkan Lactobacillus dan beberapa spesies lainnya.
Medium yang kering
Pekerjaan laboratorium sekarang ini banyak dipermudah dengan telah adanya bermacam-macam medium yang tersedia dalam bentuk serbuk kering. Untuk menyiapkan medium tersebut, cukuplah orang mengambil sekian gram serbuk kering tersebut untuk dilarutkan dalam sekian liter air dan kemudian larutan itu disterilkan. Penentuan pH tidak perlu lagi, karena hal itu sudah dilakukan lebih dulu pada pembuatan serbuk. Periksalah “Difco Manual of dehyclinical culture media and reagents for microbiological and clinical laboratory procedures”.

Sumber : http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2011/06/laporan-praktikum-tentang-bakteri.html



Senin, 27 Agustus 2012

Penelitian Terbaru Menguak Rahasia ASI

Salah satu firman Allah yang berbicara tentang pengasuhan anak adalah tentang pemberian air susu ibu (ASI). Orang islam dan beriman diminta Allah untuk menyusui bayi-bayinya atau menyusukan bayi mereka kepada orang lain. Ibu-ibu muslimin diminta untuk menyempurnakan persusuan hingga 2 tahun saat penyapihan dimulai.
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan… Al Baqarah [2:233]
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun… Luqman [31:14]

Rahasia Pemberian ASI

Ternyata banyak hikmah dari perintah Allah untuk menyusui bayi tersebut. Selain mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan anak, manfaat kesehatan dari pemberian ASI ternyata sangat besar.

Mendukung terbentuknya komunitas bakteri yang menguntungkan di dalam usus.

Baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa ada perbedaan menonjol dalam kandungan flora jasad renik di dalam perut antara bayi yang disusui oleh ibunya dengan bayi yang diberikan susu formulasi. Perbedaan ini berlanjut dengan perbedaan ekspresi gen-gen yang terkait dengan kekebalan tubuh bayi.
Menggunakan teknik terbaru dalam bidang kajian genomika, para peneliti dari tiga universitas di Amerika, membaca gen-gen yang teraktifkan pada jaringan lapisan luar usus bayi. Sejalan dengan itu, mereka juga membaca gen-gen dari bakteri dan mikroba yang hidup di dalam usus. Bayi yang disusui dengan ASI memiliki kandungan mikroba yang lebih beragam dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Kandungan bakteri berjenis gram negatif lebih banyak ditemukan pada bayi yang diberi ASI. Bakteri jenis ini ternyata memberikan keuntungan dengan menstimulasi atau mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sang bayi yang diberi ASI.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Genome Biology dari Biomed Central edisi 30 April 2012.

Mencegah penularan penyakit.

Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina baru-baru ini menunjukkan bahwa air susu ibu memiliki daya bunuh tinggi terhadap virus penyebab AIDS (HIV) dan melindungi dari penularan virus ini melalui jalur mulut. Profesor J  Victor Gracia yang terlibat dalam penelitian ini berkomentar: “Hal ini membuka cakrawala baru dalam menemukan bahan alami yang bisa digunakan untuk melawan virus HIV.”
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PloS Pathogens, 14 Juni 2012, ini, tikus-tikus percobaan diberi minum ASI yang dicampur virus HIV. Hasilnya, tikus-tikus ini tidak tertular sama sekali oleh HIV sementara tikus yang diberi minum bercampur HIV tanpa ASI dapat tertular.
“Seorang bayi tak akan terinfeksi HIV karena ia disusui. Pemberian ASI memberi nutrisi vital dan perlindungan dari serangan penyakit lainnya,” demikian kata Profesor Gracia menambahkan.

Sumber : http://blog.al-habib.info/id/2012/06/penelitian-terbaru-menguak-rahasia-asi-2/

Wow Inilah Bentuk Sel telur Manusia






UNTUK pertama kalinya dalam sejarah para ahli di Belgia belum lama ini berhasil merekam dengan sangat jelas proses awal pada reproduksi manusia, yakni keluarnya sel telur dari ovarium seorang wanita.

Adalah ginekolog Dr Jacques Donnez dari Universitas Katolik Louvain (UCL) di Brussels yang berhasil merekam proses pelepasan oosit dari ovarium ketika ia sedang melakukan operasi histerektomi atau pengangkatan kandungan (rahim, uterus) seorang wanita. Gambar-gambar yang menakjubkan ini juga dipublikasikan dalam majalah New Scientist.

Secara alami, wanita normal mengeluarkan satu hingga beberapa sel telur setiap bulan ketika memasuki masa-masa subur. Namun begitu, sejauh ini belum ada ahli yang mampu merekam secara jelas dan detail momen-momen keluarnya sel telur manusi dari organ wanita.

Sel telur dihasilkan oleh folikel-folikel, kantung-kantung berisi cairan, di bagian dalam ovarium yang pada masa ovulasi akan mengeluarkan benjolan (protrusi) kecil berwarna kemerahan yang terlihat dalam gambar.

Telur-telur akan muncul pada ujung benjolan tersebut dengan bentuk sel-sel yang mirip jeli. Setelah keluar dan lepas dari benjolan tersebut, sel-sel kemudian akan berkelana menuju tuba falopi di mana nantinya akan dibuahi oleh sel sperma dari seorang pria.

Sel telur dalam gambar tersebut adalah milik seorang perempuan berusia 45 tahun asal Belgia. Donnez mengatakan, beberapa teori mengindikasikan bahwa pelepasan sel telur dalam ovarium bersifat "eksplosif", namun apa yang direkamnya ini berlangsung sekitar 15 menit.

Sumber :
BBC
http://nasional.kompas.com/read/2008/06/12/11422139/wow.ini.dia.sel.telur.manusia

Rabu, 08 Agustus 2012

PRAKTIKUM YUU......K


JARINGAN EPIDERMIS DAN DERIVATNYA
A.      TUJUAN
1.       Mengidentifikasi jaringan epidermis dan derivatnya
2.       Mengamati bentuk stomata dan trikoma
B.      ALAT DAN BAHAN
1.       Daun Rhoeo discolor atau daun jadam
2.       Daun tembakau (daun yang permukaannya kasar, berambut atau berbulu)
3.       Silet
4.       Gelas penutup
5.       Gelas benda
6.       Mikroskop
7.       Air
8.       Pipet
C.      CARA KERJA
1.       Mengamati bentuk epidermis dan stomata
a.       Ambil selembar daun Rhoeo discolor (permukaan atas daun berwarna hijau dan permukaan bawah daun berwarna merah)
b.      Irislah bagian terluar daun sehingga diperoleh lapisan yang tipis dan transparan
c.       Letakkan diatas gelas benda yang telah ditetesi air
d.      Amati  preparat yang anda buat mengunakan mikroskop
e.      Gambarlah bentuk sel-sel epidermis dan beberapa stomata
2.       Mengamati trikoma
a.       Ambil selembar daun tembakau
b.      Irislah secara membujur daun tembakau menggunakan silet yang tajam. Usahakan anda memperoleh hasil irisan yang sangat tipis dan transparan
c.       Letakkan irisan tersebut diatas gelas benda yang telah diberi setes air dan tutup dengan kaca penutup
d.      Amati  preparat yang anda buat mengunakan mikroskop
e.      Gambarlah hasil pengamatan anda pada buku kerja
D.      PERTANYAAN
1.       Bagaimana bentuk dan susunan sel-sel yang menyusun jaringan epidermis?
2.       Ada di bagian permukaan mana stomata bisa anda temukan?
3.       Sebutkan komponen-komponen yang membentuk sebuah stomata!
4.       Apa fungsi stomta bagi tumbuhan?
5.       Apa fungsi trikoma pada daun?
6.       Apa kesimpulan dari percobaan ini?
E.       UNJUK KERJA
Anda telah mengamati bentuk jaringan epidermis, stomata, dan trikoma. Sekarang rendamlah permukaan dasar bawang merah dalam air selama 5 hari. Selanjutnya potonglah akar bawang merah tersebut dan letakkan di atas petridis. Amatilah rambut-rambut akar yang tumbuh di sepanjang akar bawang merah tersebut menggunakan kaca pembesar. Rambut akar merupakan modifikasi jaringan epidermis pada akar dan befungsi untuk memperluas bidang penyerapan air.

Sumber : Omegawati. 2011. Biologi Kelas XI. Klaten: Intan Pariwara.

Senin, 30 Juli 2012

Latihan Soal Virus

1.Sifat virus yang menunjukkan ciri sebagai makhluk hidup adalah kemampuannya untuk ....
a.menduplikasi diri
b.mengikat oksigen
c.dapat dikristalkan
d.memasuki jaringan
e.gerakan yang aktif
2.HIV sebagai penyebab AIDS akan mengakibatkan orang yang terinfeksi mengalami ....
a.peningkatan leukosit
b.kerusakan hati dan limpa
c.peningkatan trombosit
d.lemahnya sistem kekebalan
e.penurunan kadar eritrosit
3.Penyakit pada sapi yang disebabkan oleh virus adalah penyakit ....
a.antraks
b.tungro
c.kulit dan kuku
d.surro
e.tetelo
4.Para saintis telah menemukan cara untuk menyatukan bakteriofaga dengan lapisan protein dari faga T2 dan DNA dari faga T4. Seandainya faga gabungan ini menginfeksi bakteri, faga yang diproduksi sel inang akan memiliki ....
a.protein  dari faga T2 dan DNA dari faga T4
b.protein  dari faga T4 dan DNA dari faga T2
c.campuran antara DNA dan protein dari faga
d.protein dan DNA dari faga T2
e.protein dan DNA dari faga T4
5.Vaksin yang dapat diberikan secara oral (melalui mulut) adalah vaksin untuk mencegah wabah penyakit ....
a.demam berdarah
b.trakom
c.rabies
d.polio
e.cacar
6.  Ahli biologi yang pertama kali mengetahui tanaman tembakau terserang organisme yang sangat kecil (virus) adalah ....
a.edward Janner
b.ivanowsky
c.stanley Miller
d.beijerink
e.antony van leeuwenhoek
7.  Medium yang paling cocok untuk menumbuhkan virus adalah ....
a.agar-agar
b.telur ayam busuk
c.embrio ayam yang masih hidup
d.embrio tikus putih yang sudah mati
e.ekstrak agar-agar ditambah glukosa
8.Virus dikatakan juga sebagai benda mati  karena  ....
a.sangat kecil dan tidak dapat bereproduksi
b.dapat dikristalkan
c.struktur tubuh tidak memiliki nukleus seperti makhluk hidup lainnya
d.melakukan tahapan replikasi
e.tidak memiliki DNA atau RNA
9. Salah satu sifat dari virus adalah ....
a.dapat hidup pada sel hidup dan tidak hidup
b.memiliki inti sel dan organel sel
c.hanya menginfeksi sel yang memiliki kesesuaian protein
d.dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya
e.selnya berbentuk coccus
10.Virus RNA membutuhkan pasokannya sendiri atas enzim-enzim tertentu karena  ....
a.virus tersebut secara cepat akan dihancurkan oleh sel inang
b.sel inang tidak memiliki enzim RNA untukmembentuk RNA atau RNA untuk membentuk DNA
c.enzim-enzim tersebut mentranslasi mRNA virus menjadi protein
d.virus menggunakan enzim-enzim ini untuk penetrasi sel inang
e.enzim-enzim ini tidak dapat dibuat oleh sel inang


B.Tulislah B jika pernyataan di bawah ini Benar dan S jika salah serta  berikan  alasannya!

1.Virus hanya dapat hidup pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler obligat.

2.Genom manusia dan virus dapat berupa DNA untai tunggal atau DNA untai ganda atau RNA untai tunggal atau RNA untai ganda.

3.Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang, dengan kata lain faga berintegrasi ke dalam kromosom bakteri.

4.Virus HIV dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk yang telah terinfeksi oleh darah yang dihisap dari penderita AIDS.

 5.Virus Temperata (λ) dapat bereplikasi dengan menjalankan cara siklus litik dan lisogenik.

Sumber : 
Anshori, M . 2009,  Biologi Kelas X. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional